.:: Dapatkan penghasilan dari blog anda dengan memasang iklan AdsenseCamp, Join sekarang juga ::.

Rabu, 25 November 2009

Meng-online-kan Diskusi Kelas

. Rabu, 25 November 2009
0 komentar

Kemunculan Internet dan World Wide Web memungkinkan banyak orang untuk saling berbicara dengan cara yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Setiap hari, jutaan orang di seluruh dunia tua maupun muda, memasuki chat-room dan discussion forums untuk saling berbicara dan saling mendengarkan dengan orang lain. Pertukaran ini terjadi di antara orang-orang yang saling mengenal maupun tidak saling kenal.

Guru dapat memanfaatkan popularitas interaksi online di antara kaum muda untuk memenuhi tujuan-tujuan tradisional diskusi kelas. Sebagai contoh, interaksi online memotivasi sebagian siswa untuk terus berbicara mengenai topik-topik penting setelah pelajaran usai. Diskusi online juga dapat meningkatkan partisipasi, salah satu tujuan penting dalam kegiatan belajar di kelas. Sebagian siswa, khususnya yang pemalu, dapat mengatakan hal-hal yang tidak dapat mereka katakan di kelas secara online.

Facebook merupakan media diskusi yang tepat digunakan dalam hal ini. Fitur-fitur di dalam facebook sudah cukup lengkap untuk kegiatan diskusi online. Selain itu, penggunanya juga sudah cukup banyak dan sangat populer di kalangan para siswa.

Akan tetapi, diskusi online yang efektif dan pembelajaran interaktif tidak akan terjadi secara otomatis. Guru dituntut untuk mendorong, membimbing, dan memfasilitasi diskusi online seperti yang mereka lakukan dalam diskusi tatap muka. Untuk mendorong dan memfasilitasi diskusi online :
  • Ajari siswa tentang cara menggunakan diskusi online dalam hal ini medianya adalah Facebook. Persis seperti diskusi tatap muka, siswa perlu diajari keterampilan diskusi yang dipersyaratkan dan ekspektasi untuk berinteraksi secara online
  • Tangani logistik diskusi online.
  • Kontrol kecepatan diskusi online dan dorong partisipasi lebih luas. Persis seperti diskusi tatap muka, diskusi online dapat menjadi diskusi yang berkecepatan tinggi dan didominasi oleh beberapa siswa. Mengingatkan siswa untuk mengurangi kecepatan dan meminta mereka untuk memberikan komentar dengan simbol asterik (*) sebagai pengganti mengangkat tangan adalah salah satu cara untuk mengontrol kecepatan dan partisipasi.
  • Gunakan kelompok-kelompok kecil. Sekali lagi, seperti halnya diskusi tatap muka, guru dapat membagi siswa menjadi tim-tim, memerintahkan mereka untuk mengerjakan proyek tertentu secara bersama-sama, dan kemudian mengkomunikasikannya sebagai tim dengan tim-tim lain.
Worley (2002) merekomendasikan bahwa guru memainkan peran berikut untuk mendukung pembelajaran interaktif secara online.
  • Two cents. Menjadi suara lain dalam diskusi. Tunggu sampai semua orang telah merespons diskusi sampai batas waktu yang telah ditentukan, lalu tambahkan "dua-sen" Anda.
  • Analisis e-mail. Pindai seluruh komentar siswa, ambil salah satu atau dua komentar yang memunculkan isu-isu yang menarik, dan berikan respon untuk itu. Setelah itu, kirim e-mail umum ke seluruh kelas, yang memberitahukan kepada siswa untuk membaca komentar-komentar tertentu dan memberikan respons terhadapnya.
  • Student only. Biarkan diskusinya menjadi diskusi siswa dan ikuti siapa saja yang sudah merespons dan seberapa baik responsnya. Berikan kredit untuk ide dan respons yang berkualitas
  • Student leader. Tunjuk satu atau dua orang siswa untuk memfasilitasi dan merangkum diskusi untuk seluruh kelas. Ciptakan sebuah topik dengan petunjuk, "Pemimpin siswa, tolong tempatkan topik di sini" dan biarkan si pemimpin untuk menempatkan pertanyaan orisinil diskusinya sendiri.
  • Water cooler. Ciptakan sebuah topik untuk kelas yang sama sekali tidak dimoderasi dan "bebas". Undang kelas Anda untuk berpartisipasi dalam percakapan
Guru perlu menyadari bahwa mungkin ada beberapa aspek negatif dalam diskusi online. Ketika siswa saling terlibat secara langsung, mereka dapat mengikuti nuansa bahasa tubuh dan mengamati emosi yang ditimbulkan oleh banyak topik, khususnya yang kontroversial dan sensitif. Kendala ini tidak adala dalam diskusi online, sehingga membutuhkan "etiket maya". Shella Harbert (2002) mengusulkan aturan sederhana berikut untuk diskusi online :
  • Saling menghormati sudut pandang orang lain
  • Menunggu untuk diberi kesempatan berbicara
  • Jangan "berteriak" (ALL CAPS)
  • Jangan menggunakan kata-kata kotor
  • Jangan "menyulut" (merendahkan orang lain atau ide orang lain)

:: Read More - Meng-online-kan Diskusi Kelas

Selasa, 13 Oktober 2009

Resume Sinkronisasi dan Deadlock

. Selasa, 13 Oktober 2009
0 komentar

  1. SINKRONISASI

    Sinkronisasi diperlukan untuk menghindari terjadinya ketidak-konsistenan data akibat adanya akses data secara konkuren. Proses-proses disebut konkuren jika proses-proses itu ada dan berjalan pada waktu yang sama, proses-proses konkuren ini bisa bersifat independen atau bisa juga saling berinteraksi. Proses-proses konkuren yang saling berinteraksi memerlukan sinkronisasi agar terkendali dan juga menghasilkan output yang benar.


     

DOWNLOAD SELENGKAPNYA DISINI


 

CRITICAL SECTION

    Critical Section adalah sebuah segmen kode di mana sebuah proses yang mana sumber daya bersama diakses, terdiri dari:

  • Entry Section    : Kode yang digunakan untuk masuk ke dalam critical section
  • Critical Section    : Kode di mana hanya ada satu proses yang dapat dieksekusi pada satu waktu
  • Exit Section    : Akhir dari critical section, mengizinkan proses lain
  • Remainder Section    : Kode istirahat setelah masuk ke critical section


 

    Solusi masalah critical section harus memenuhi syarat berikut:

  • Mutual exclusion
    à Apabila proses Pi menjalankan critical section-nya, maka tidak ada proses lain yang dapat menjalankan critical section.
  • Progress
    à Apabila tidak ada proses yang menjalankan critical section-nya dan terdapat beberapa proses yang akan memasuki critical section-nya, maka hanya proses-proses itu yang tidak diproses di dalam daerah pengingat (remainder) dapat ikut berpartisipasi di dalam keputusan proses mana yang akan memasuki critical section selanjutnya, dan pemilihan ini tidak dapat ditunda tiba-tiba. (Deadlock free)
  • Bounded waiting
    à Terdapat batasan jumlah waktu yang diijinkan oleh proses lain untuk memasuki critical section setelah sebuah proses membuat permintaan untuk memasuki critical section-nya dan sebelum permintaan dikabulkan. (Starvation free)


 

    Solusi untuk memecahkan masalah critical section:

  • Solusi Piranti lunak (Software solution)
  • Tanpa Sinkronisasi.
  • Dengan Sinkronisasi.
  • Low-level primitives: semaphore
  • High-level primitives: monitors
  • Solusi Piranti Keras (Hardware solution)


 

    SEMAPHORE

Semaphore adalah pendekatan yang diajukan oleh Djikstra, dengan prinsip bahwa dua proses atau lebih dapat bekerja sama dengan menggunakan penanda-penanda sederhana.

Semaphore mempunyai dua sifat, yaitu:

  • Semaphore dapat diinisialisasi dengan nilai non-negatif.
  • Terdapat dua operasi yaitu Down (menurunkan nilai) dan Up (menaikkan nilai).


 

OPERASI DOWN

Operasi Down adalah atomic, tidak dapat diinterupsi sebelum diselesaikan. Menurunkan nilai, memeriksa nilai, menempatkan proses pada antrian dan mem-block sebagai instruksi tunggal. Sejak dimulai, tak ada proses lain yang dapat mengakses semaphore sampai operasi selesai atau di-blocked.


 

    OPERASI UP

Operasi Up menaikkan nilai semaphore. Jika satu proses atau lebih diblocked pada semaphore itu tak dapat menyelesaikan operasi Down, maka salah satu dipilih oleh system dan menyelesaikan operasi Down-nya. Urutan proses yang dipilih tidak ditentukan oleh Djikstra, dapat dipilih secara acak.


 

  1. DEADLOCK

    Deadlock atau pada beberapa buku disebut Deadly Embrace adalah keadaan dimana dua program memegang kontrol terhadap sumber daya yang dibutuhkan oleh program yang lain. Tidak ada yang dapat melanjutkan proses masing-masing sampai program yang lain memberikan sumber dayanya, tetapi tidak ada yang mengalah.


     

    Deadlock yang mungkin dapat terjadi pada suatu proses disebabkan proses itu menunggu suatu kejadian tertentu yang tidak akan pernah terjadi. Dua atau lebih proses dikatakan berada dalam kondisi deadlock, bila setiap proses yang ada menunggu suatu kejadian yang hanya dapat dilakukan oleh proses lain dalam himpunan tersebut.


     

DOWNLOAD SELENGKAPNYA DISINI


 

Model Sistem

Sebuah proses dalam melakukan penggunaan terhadap suatu sumber daya melalui langkah-langkah sebagai berikut:

Karakteristik Deadlock

Karakteristik-karakteristik ini harus dipenuhi keempatnya untuk terjadi deadlock. Namun, perlu diperhatikan bahwa hubungan kausatif antara empat karakteristik ini dengan terjadinya deadlock adalah implikasi. Deadlock mungkin terjadi apabila keempat karakteristik terpenuhi. Empat kondisi tersebut adalah:

Penanganan Deadlock

Secara umum terdapat 4 cara untuk menangani keadaan deadlock, yaitu:

Pencegahan

Pencegahan deadlock dapat dilakukan dengan cara mencegah salah satu dari empat karakteristik terjadinya deadlock. Berikut ini akan dibahas satu per satu cara pencegahan terhadap empat karakteristik tersebut.

Penghindaran

Penghindaran terhadap deadlock adalah cara penanganan yang selanjutnya. Inti dari penghindaran adalah jangan sembarangan membolehkan proses untuk memulai atau meminta lagi. Maksudnya adalah, jangan pernah memulai suatu proses apabila nantinya akan menuju ke keadaan deadlock. Kedua, jangan memberikan kesempatan pada proses untuk meminta sumber daya tambahan jika penambahan tersebut akan membawa sistem pada keadaan deadlock. Tidak mungkin akan terjadi deadlock apabila sebelum terjadi sudah kita hindari.

Langkah lain untuk menghindari adalah dengan cara tiap proses memberitahu jumlah kebutuhan maksimum untuk setiap tipe sumber daya yang ada. Selanjutnya terdapat deadlock-avoidance algorithm yang secara rutin memeriksa state dari sistem untuk memastikan tidak adanya kondisi circular wait serta sistem berada pada kondisi safe state. Safe state adalah suatu kondisi dimana semua proses mendapatkan sumber daya yang dimintanya dengan sumber daya yang tersedia. Apabila tidak bisa langsung, ia harus menunggu selama waktu tertentu, kemudian mendapatkan sumber daya yang diinginkan, melakukan eksekusi, dan terakhir melepas kembali sumber daya tersebut. Terdapat dua jenis algoritma penghindaran yaitu resource-allocation graph untuk single instances resources serta banker's algorithm untuk multiple instances resources.

Dalam banker's algorithm, terdapat beberapa struktur data yang digunakan, yaitu:

Kemudian terdapat safety algorithm untuk menentukan apakah sistem berada pada safe state atau tidak.

Pendeteksian

Pada dasarnya kejadian deadlock sangatlah jarang terjadi. Apabila kondisi tersebut terjadi, masing-masing sistem operasi mempunyai mekanisme penanganan yang berbeda. Ada sistem operasi yang ketika terdapat kondisi deadlock dapat langsung mendeteksinya. Namun, ada pula sistem operasi yang bahkan tidak menyadari kalau dirinya sedang mengalami deadlock. Untuk sistem operasi yang dapat mendeteksi deadlock, digunakan algoritma pendeteksi. Secara lebih mendalam, pendeteksian kondisi deadlock adalah cara penanganan deadlock yang dilaksanakan apabila sistem telah berada pada kondisi deadlock. Sistem akan mendeteksi proses mana saja yang terlibat dalam kondisi deadlock. Setelah diketahui proses mana saja yang mengalami kondisi deadlock, maka diadakan mekanisme untuk memulihkan sistem dan menjadikan sistem berjalan kembali dengan normal.

Mekanisme pendeteksian adalah dengan menggunakan detection algorithm yang akan memberitahu sistem mengenai proses mana saja yang terkena deadlock. Setelah diketahui proses mana saja yang terlibat dalam deadlock, selanjutnya adalah dengan menjalankan mekanisme pemulihan sistem yang akan dibahas pada bagian selanjutnya. Berikut ini adalah algoritma pendeteksian deadlock.

Pemulihan

Pemulihan kondisi sistem terkait dengan pendeteksian terhadap deadlock. Apabila menurut algoritma pendeteksian deadlock sistem berada pada keadaan deadlock, maka harus segera dilakukan mekanisme pemulihan sistem. Berbahaya apabila sistem tidak segera dipulihkan dari deadlock, karena sistem dapat mengalami penurunan performance dan akhirnya terhenti.

Cara-cara yang ditempuh untuk memulihkan sistem dari deadlock adalah sebagai berikut:

  1. Terminasi proses. Pemulihan sistem dapat dilakukan dengan cara melalukan terminasi terhadap semua proses yang terlibat dalam deadlock. Dapat pula dilakukan terminasi terhadap proses yang terlibat dalam deadlock secara satu per satu sampai 'lingkaran setan' atau circular wait hilang. Seperti diketahui bahwa circular wait adalah salah satu karakteristik terjadinya deadlock dan merupakan kesatuan dengan tiga karakteristik yang lain. Untuk itu, dengan menghilangkan kondisi circular wait dapat memulihkan sistem dari deadlock.Dalam melakukan terminasi terhadap proses yang deadlock, terdapat beberapa faktor yang menentukan proses mana yang akan diterminasi. Faktor pertama adalah prioritas dari proses-proses yang terlibat deadlock. Faktor kedua adalah berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk eksekusi dan waktu proses menunggu sumber daya. Faktor ketiga adalah berapa banyak sumber daya yang telah dihabiskan dan yang masih dibutuhkan. Terakhir, faktor utilitas dari proses pun menjadi pertimbangan sistem untuk melakukan terminasi pada suatu proses.

Rollback and RestartDalam memulihkan keadaan sistem yang deadlock, dapat dilakukan dengan cara sistem melakukan preempt terhadap sebuah proses dan kembali ke state yang aman. Pada keadaan safe state tersebut, proses masih berjalan dengan normal, sehingga sistem dapat memulai proses dari posisi aman tersebut. Untuk menentukan pada saat apa proses akan rollback, tentunya ada faktor yang menentukan. Diusahakan untuk meminimalisasi kerugian yang timbul akibat memilih suatu proses menjadi korban. Harus pula dihindari keadaan dimana proses yang sama selalu menjadi korban, sehingga proses tersebut tidak akan pernah sukses menjalankan eksekusi.


 

DOWNLOAD SELENGKAPNYA DISINI

:: Read More - Resume Sinkronisasi dan Deadlock

Modul Praktikum Bahasa Pemrograman Visual

.
0 komentar

Visual Basic .Net 2005

:: Read More - Modul Praktikum Bahasa Pemrograman Visual

Selasa, 06 Oktober 2009

Evaluasi Algoritma Penjadwalan

. Selasa, 06 Oktober 2009
1 komentar

Bagaimana memilih algoritma penjadwalan untuk sistem tertentu? Masing-masing algoritma mempunyai parameter-parameter tersendiri. Pemilihan algoritma penjadwalan merupakan hal yang sulit. Persoalan pertama adalah mendefinisikan kriteria untuk pemilihan algoritma.

Kriteria-kriteria yang sering digunakan adalah fairness (keadilan), efisiensi, waktu tanggap, turn arround time, dan throughput. Kriteria kemudian dapat menjadi :

  • Memaksimumkan utilisasi pemroses dengan konstrain waktu tanggap maksismum adalah 500 milidetik, atau
  • Memaksimumkan throughput bahwa turn arround time adalah berbanding linear dengan waktu eksekusi total

Begitu kriteria pemilihan telah didefinisikan, kita dapat mengevaluasi beragam algoritma. Terdapat sejumlah metode evaluasi untuk melakukan hal ini, yaitu :

  1. Pemodelan deterministik

    Pemodelan deterministik merupakan evaluasi analitis. Evaluasi analitis menggunakan algoritma dan beban kerja sistem untuk menghasilkan satu rumus atau angka yang menunjukkan kinerja algoritma untuk beban kerja itu. Pemodelan deterministik menggunakan suatu beban kerja tertentu yang telah ditentukan dan mendefinisikan kinerja algoritma untuk beban kerja itu.


     

  2. Pemodelan antrian

    Sistem komputer dipandang sebagai satu jaringan pelayan (server). Masing-masing pelayan mempunyai satu antrian dari proses-proses yang menunggu layanan. Pemroses adalah satu pelayan dengan satu antrian proses yang siap menerima layanan, begitu juga perangkat I/O adalah antrian perangkat. Dengan mengetahui rate kedatangan dan rate layanan, maka kita dapat mengkomputasi utilisasi, panjang antrian rata-rata, waktu tunggu rata-rata dan sebagainya. Bidang studi ini adalah analisis jaringan antrian (queueing network analysis).


     

  3. Simulasi

    Simulasi dapat memberikan evaluasi algoritma penjadwalan dengan lebih akurat. Simulasi melibatkan pemrograman model sistem komputer. Dengan simulasi akan diperoleh statistik yang menyatakan kinerja algoritma


     

  4. Implementasi

    Simulasi pun hanya memberikan akurasi yang terbatas. Satu-satunya cara paling akurat dalam mengevaluasi algoritma penjadwalan adalah mengimplementasikannya, menjalankannya pada sistem nyata dan melihatnya bekerja. Pendekatan ini adalah menjalankan algoritma nyata di sistem nyata untuk keperluan evaluasi pada beban atau kondisi operasi yang nyata

Masing-masing cara evaluasi algoritma penjadwalan mempunyai kelebihan dan kelemahan

Dedicated to Universitas Negeri Malang and Game UM

:: Read More - Evaluasi Algoritma Penjadwalan

Konsep Dasar Sistem Operasi

.
0 komentar

Definisi Sistem Operasi

Sistem operasi merupakan program yang bertindak sebagai perantara antara pemakai komputer dengan perangkat keras komputer.

Layanan Sistem Operasi

Sebuah sistem operasi yang baik menurut Tanenbaum harus memiliki layanan sebagai berikut: pembuatan program, eksekusi program, pengaksesan I/O Device, pengaksesan terkendali terhadap berkas pengaksesan sistem, deteksi dan pemberian tanggapan pada kesalahan, serta akunting.

Download Selengkapnya disini [PPT 107Kb Direct download]

:: Read More - Konsep Dasar Sistem Operasi

Senin, 05 Oktober 2009

My Blog Links

. Senin, 05 Oktober 2009
1 komentar

:: Read More - My Blog Links

GAME UM, need supported team.

.
1 komentar

Saudara-saudara, kali ini saya memegang tanggung jawab terhadap situs http://game.um.ac.id. Situs ini adalah situs rubrik informasi seputar dunia game, serta sebagai tempat untuk download free game karya mahasiswa UM, dan karya siapa saja. Oleh karena itu saya butuh bantuan para pembaca yang mungkin mempunyai minat di bidang game untuk menjadi salah satu Author dalam situs tersebut. Caranya tinggal register saja di situs tersebut. Saya tunggu partisipasi anda.
:: Read More - GAME UM, need supported team.

Mengenai Saya

Foto Saya
Devid Haryalesmana
Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika Angkatan 2007 - Universitas Negeri Malang yang bercita-cita menjadi dosen
Lihat profil lengkapku
Motto : - You Control IT, NOT You Controled by IT Contact Information:
- E-mail : mas.devid@gmail.com
- Facebook : persada_dvd@yahoo.com
- Phone : +6285730530324

Komentar

Powered by Blogger

Powered by  MyPagerank.Net

Mas-Devid is proudly powered by Blogger.com